Ceramah Agama Islam: Menjaga Hati dari Kesibukan Dunia

0

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb semesta alam, yang dengan kasih sayang-Nya kita bisa berkumpul di sini untuk berbicara tentang sebuah topik yang sangat relevan dengan kehidupan kita, yaitu "Menjaga Hati dalam Kesibukan Dunia". Semoga Allah memberkahi kita dengan ilmu dan kebijaksanaan dalam perbincangan ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Hud, ayat 15-16:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ‎﴿١٥﴾
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (15)
‏ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ‎﴿١٦﴾
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (16)

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita akan bahaya fokus hanya pada kehidupan dunia semata. Dunia adalah tempat sementara, sementara akhirat adalah tujuan akhir kita. Oleh karena itu, menjaga hati jangan terlalu terikat pada kesibukan dunia adalah hal yang sangat penting dalam memperkuat keimanan kita.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman;

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (202) }

Maka di antara manusia ada orang yang mendoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang mendoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan perliharalah kami dari siksa neraka." 

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Didalam surat Al-Mu'minun;

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ‎﴿٩٩﴾‏
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), (99)
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ‎﴿١٠٠﴾‏
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (100)

Dalam sebuah hadits disebutkan:

Seorang lelaki Yahudi berkata kepada Ibnu Hajar rahimahullah,
إن نبيكم يقول: «إن الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر»، وكيف ذلك وأنت في هذا الترف والاحتفاء، وهو يعني: نفسه اليهودي في غاية ما يكون من الفقر والذل، فكيف ذلك
Sesungguhnya Nabi kalian pernah berkata bahwa dunia adalah penjara orang beriman dan surga orang kafir. Benarkah demikian? Saat ini engkau berada dalam kemewahan dan kedudukan yang terhormat, sedangkan aku dalam kondisi kemiskinan dan kehinaan. Bagaimana bisa seperti ini?“ 
Ibnu Hajar menjawab orang Yahudi tersebut, “Saya saat ini meskipun dalam kondisi kemewahan dan kedudukan terhormat seperti yang engkau lihat, maka kondisi ini tidak seberapa dibanding kenikmatan surga yang akan didapatkan orang beriman kelak di akhirat. Sementara engkau dengan kondisimu saat ini dalam keadaan miskin dan hina, maka tidaklah seberapa dibandingkan dengan apa yang akan dirasakan oleh orang kafir di neraka kelak. Maka orang Yahudi tersebut pun takjub dengan jawaban Ibnu Hajar, kemudian dia mengucapkan syahadat dan akhirnya masuk Islam.

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW menggambarkan dunia sebagai tempat ujian bagi orang mukmin. Kita sebagai mukmin harus memiliki sikap yang bijak dan berhati-hati dalam menghadapi godaan dunia, sehingga hati kita tidak terjebak dalam kesibukan yang dapat mengganggu keimanan kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Ankabut, ayat 64-65:


"Dan segala yang kamu usahakan, baik berupa nikmat maupun musibah, sesungguhnya semuanya itu adalah disebabkan oleh dirimu sendiri. Dan Allah mengampuni sebagian besar dari kesalahanmu."

"Dan kamu tidak mampu menolong dirimu sendiri dan tidak (pula) menolong (orang lain)."

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita akan keterbatasan kita dalam mengendalikan kehidupan dan kesibukan dunia. Semua yang terjadi adalah hasil dari kehendak-Nya. Oleh karena itu, kita seharusnya tidak terlalu terikat pada kesibukan dunia, melainkan tetap menjaga hati kita dalam keadaan yang lebih baik.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya dunia adalah barang yang ringan dan murah, dan sesungguhnya Allah hendak menciptakanmu sebagai khalifah di bumi, maka Dia akan melihat apa yang kamu perbuat."

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah tempat sementara yang ringan dan murah dibandingkan dengan nilai akhirat. Allah menciptakan kita sebagai khalifah di bumi, artinya kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga hati dan perilaku kita dalam menghadapi kesibukan dunia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Hadid, ayat 20:

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak."

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita akan sifat sementara dan fana dari kehidupan dunia. Kesenangan, harta, dan kedudukan adalah hal-hal yang dapat menarik hati kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga hati dari terlalu terikat pada dunia dan fokus pada tujuan akhir kita, yaitu akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jadilah di dunia seolah-olah kamu orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan."


Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk memiliki pandangan yang bijak terhadap dunia. Kita seharusnya tidak terlalu terikat pada dunia, melainkan menjalani kehidupan ini dengan kesadaran bahwa kita hanyalah sementara di sini dan akhirat adalah tujuan utama kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Qasas, ayat 77:

"Tetapi carilah dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada kita agar mencari kenikmatan dan kebahagiaan dalam kehidupan akhirat. Namun, kita juga diperbolehkan untuk menikmati kenikmatan dunia dengan syukur dan kehati-hatian. Penting bagi kita untuk menjaga hati dari terlalu terikat pada dunia sehingga kita tidak melupakan tujuan akhir kita.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk tubuh kamu dan harta yang kamu miliki, tetapi Dia memandang kepada hati dan amal perbuatan kamu."

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita bahwa yang lebih penting di mata Allah adalah hati dan amal perbuatan kita. Oleh karena itu, menjaga hati dari terlalu terikat pada kesibukan dunia adalah hal yang penting dalam memperkuat keimanan kita.


Terakhir:

Dalam kesibukan dunia yang penuh dengan godaan dan tantangan, kita sebagai umat Islam perlu menjaga hati agar tetap teguh dalam keimanan dan tidak terjebak dalam kesibukan yang dapat mengganggu hubungan kita dengan Allah. Ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi yang telah kita bahas tadi mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati dalam menghadapi dunia. Kita harus selalu mengingat tujuan akhir kita, yaitu akhirat, dan menjalani kehidupan ini dengan kesadaran akan keterbatasan dan fana dunia.

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan kebijaksanaan untuk menjaga hati dalam kesibukan dunia, sehingga kita bisa memperkuat keimanan kita dan mendapatkan rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Amin.

Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo