25 Agu 2021

79. Surat An-Naazi’aat

An-Naazi’aat
(Malaikat-Malaikat Yang Mencabut Nyawa)
|

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا ‎﴿١﴾‏
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, (1)

وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ‎﴿٢﴾
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, (2)

‏ وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا ‎﴿٣﴾
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, (3)

‏ فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا ‎﴿٤﴾
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, (4)

‏ فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا ‎﴿٥﴾‏
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (5)

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ‎﴿٦﴾‏
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, (6)

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ‎﴿٧﴾
tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (7)

‏ قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ‎﴿٨﴾
Hati manusia pada waktu itu sangat takut, (8)

‏ أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ‎﴿٩﴾
Pandangannya tunduk. (9)

‏ يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ ‎﴿١٠﴾
(Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (10)

‏ أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ‎﴿١١﴾
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?" (11)

‏ قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ‎﴿١٢﴾
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan". (12)

‏ فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ ‎﴿١٣﴾‏
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, (13)

فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ ‎﴿١٤﴾
maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (14)

‏ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ ‎﴿١٥﴾‏
Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. (15)

إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ‎﴿١٦﴾‏
Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; (16)

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ ‎﴿١٧﴾
"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, (17)

‏ فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰ أَن تَزَكَّىٰ ‎﴿١٨﴾
dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)". (18)

‏ وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ‎﴿١٩﴾
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?" (19)

‏ فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ ‎﴿٢٠﴾
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (20)

‏ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ‎﴿٢١﴾‏
Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai. (21)

ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ ‎﴿٢٢﴾
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). (22)

‏ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ‎﴿٢٣﴾
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (23)

‏ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ ‎﴿٢٤﴾
(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (24)

‏ فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ ‎﴿٢٥﴾
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (25)

‏ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ ‎﴿٢٦﴾
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). (26)

‏ أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا ‎﴿٢٧﴾‏
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, (27)

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا ‎﴿٢٨﴾‏
Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, (28)

وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا ‎﴿٢٩﴾
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (29)

‏ وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا ‎﴿٣٠﴾
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (30)

‏ أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا ‎﴿٣١﴾
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (31)

‏ وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا ‎﴿٣٢﴾
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (32)

‏ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ‎﴿٣٣﴾‏
(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (33)

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ ‎﴿٣٤﴾
Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. (34)

‏ يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَىٰ ‎﴿٣٥﴾
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, (35)

‏ وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ‎﴿٣٦﴾
dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (36)

‏ فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ‎﴿٣٧﴾
Adapun orang yang melampaui batas, (37)

‏ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ‎﴿٣٨﴾
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (38)

‏ فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ‎﴿٣٩﴾
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (39)

‏ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ‎﴿٤٠﴾‏
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, (40)

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ‎﴿٤١﴾
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (41)

‏ يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ‎﴿٤٢﴾
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? (42)

‏ فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا ‎﴿٤٣﴾‏
Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? (43)

إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَاهَا ‎﴿٤٤﴾‏
Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (44)

إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا ‎﴿٤٥﴾‏
Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit) (45)

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا ‎﴿٤٦﴾‏
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (46)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: 79. Surat An-Naazi’aat Rating: 5 Reviewed By: D Bastian