Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Awal Penciptaan Alam Semesta Sesuai Al-Qur'an Dan Hadits




Di kutip dari Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al-Ghazali

Diceritakan bahwa yang pertama diciptakan oleh Allah, adalah substansi murni. Lalu Allah Subhanahu Wata'ala memandang kepadanya dengan pandangan menakutkan sehingga substansi itu mencair dan bergelombang, karena saking takutnya kepada Tuhannya, dan jadilah dia sebagai air. 

Kemudian Allah swt memandang kepadanya dalam pandangan rahmah, maka membekulah sebagiannya. Maka darinyalah Allah swt menciptakan Arasy yang terus bergoyang-goyang. Maka Allah swt menuliskan padanya: Laa ilaha illa Allah Muhammad ar Rasulullah. Tenanglah Arasy, sementara air masih tetap bergelombang, dan akan tetap seperti itu sampai hari kiamat. 

Di dalam Qur'an surat Hud,  Allah SWT berfirman.

{وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ(7) }
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, (QS Hud Ayat 7)

Kemudian mereka saling berbenturan, bergelombang dan naiklah darinya dalam bentuk asap di mana antara yang satu dengan bagian yang lain lebih tinggi secara bertumpuk-tumpuk. 

Sementara air itu berbuih, lalu darinya Allah swt menciptakan langit dan bumi dalam beberapa lapis, di mana keduanya saling menempel, lalu di dalamnya Allah swt menciptakan angin sehingga antara lapisan-lapisan langit dan bumi menjadi terbelah-belah, sebagaimana diberitakan oleh Allah swt dengan firman-Nya; 

Di dalam surat Surat Al-Baqarah ayat ke 29, Allah SWT berfirman:
{هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (29) }
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS Al-Baqarah ayat 29)
 
Masih dikutip dari Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al-Ghazali, yang mengatakan bahwa langit itu lebih putih ketimbang air susu dan dia nampak hijau karena gunung Qaf. 

Nama langit itu adalah Raqiah. Langit kedua berasal dari besi yang bersinar laksana mutiara, namanya Faidum atau Ma`un. Langit ketiga berasal dari tembaga yang disebut Malakut atau Hariyun. Langit keempat berasal dari perak putih yang cahayanya hampir-hampir menyilaukan mata, yang bernama az-Zahirah. Langit kelima berasal dari emas merah yang disebut al Mazinah atau Musahharah. Langit keenam berasal dari permata yang bersinar laksana mutiara yang bernama al Khalishah. Dan langit ketujuh terbuat dari batu yaqut merah dan bernama al Labiah atau ad Dami'ah dan disinilah terdapat Bait al Ma'mur yang memiliki empat tiang. yaitu satu tiang berasal dari batu yaqut merah, satu tiang dari batu zabarjud hijau, satu tiang berasal dari perak putih dan satu tiang berasal dari emas merah

Dikatakan bahwa Bait al Ma'mur merupakan sebuah lembah yang dalam yang setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat yang tidak pernah kembali lagi ke sana sampai hari kiamat. 

Di dalam surat Al-Fushshilat, Allah SWT juga berfirman
{قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ (9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (10) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ(11) فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ(12)}
Katakanlah, "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam.” Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa genap. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit, dan Langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa" Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka hati.". Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Fushshilat Ayat 11-12)

Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
{اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الأمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ (2) }

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kalian meyakini pertemuan (kalian) dengan Tuhan kalian. (QS Ar-Ra'du Ayat. 2)

Dikutip dari tafsir Ibnu Katsir, bahwa Allah Swt. menceritakan tentang kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya, bahwa dengan seizin dan perintah-Nya langit ditinggikan tanpa pilar penyangga. Bahkan dengan seizin dan perintah-Nya serta penundukan dari-Nya, langit ditinggikan dari bumi dalam jarak yang tingginya tak terperikan dan tak terjangkau oleh ukuran. 

Diterangkan bahwa; Langit pertama mengelilingi bumi dan sekitarnya. Jarak antara langit pertama dan bumi dari setiap arah adalah perjalanan lima ratus tahun, sedangkan ketebalan langit pertama juga sejauh perjalanan lima ratus tahun. Kemudian langit kedua mengelilingi langit pertama beserta semua isinya, dan jarak antara langit pertama ke langit kedua adalah lima ratus tahun perjalanan, sedangkan ketebalan langit kedua adalah perjalanan lima ratus tahun. Demikian pula seterusnya pada langit yang ketiga, langit keempat, langit kelima, langit keenam, dan langit ketujuh. 

Teman-teman sekalian, Tidak disebutkan apakah perjalanan tersebut mengacu kepada kecepatan manusia berjalan kaki?, apakah mengacu kepada kecepatan kuda berlari?, apakah mengacu kepada kecepatan burung terbang?, atau apakah mengacu kepada kecepatan cahaya?, karena jika mengacu kepada kecepatan pesawat antariksa adalah hal yang tidak mungkin, karena pada jaman Rasulullah belum ditemukan pesawat terbang. ataukah mungkinkah kecepatan yang dimaksud mengacu kepada kecepatan waktu langit?, karna sebagaimana Allah terangkan di dalam Al-Qur'an, sehari di bumi adalah seribu tahun waktu di langit menurut perhitungan manusia: 

يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS As-Sajdah Ayat. 5)

Teman-teman sekalian, Kita asumsikan saja kalau perjalanan yang dimaksud adalah perjalanan manusia pada umumnya dengan berjalan kaki. Menurut penelitian disebutkan bahwa Kecepatan manusia berjalan pada umumnya adalah rata-rata 8km/jam

Kalau kita hitung manusia berjalan selama sehari semalam tanpa berhenti, maka dia akan menempuh perjalanan sejauh 192 km. (24 jam kali 8km sama dengan 192km)

Dan Kalau dia terus berjalan selama satu bulan tanpa henti , maka dia akan menempuh sejauh 5.760 km. (192km x 30 = 5.760km)

Dan Kalau dia berjalan selama satu tahun terus menerus tanpa henti, artinya dia akan menempuh perjalanan sejauh 69.120km. (5.760 x 12bln = 69.120km)

Dari perhitungan tersebut kita bisa mengetahui kalau seandainya manusia melakukan perjalanan dengan berjalan kaki tanpa henti selama 500 tahun, maka dia akan menempuh sejauh 34.560.000 km. (69.120 x 500 = 34.560.000km)

Hanya saja, usia manusia zaman sekarang tidak ada yang sampai lima ratus tahun, maka dari itu tidak akan ada manusia yang sanggup untuk menempuh perjalanan sejauh itu.

Dari perhitungan tersebut kita bisa menyimpulkan, kalau jarak antara bumi hingga langit pertama, yaitu 34.560.000 kilometer. Wallohu Alam bimurodih

Kalau kita buatkan tabel perhitungan manusia berjalan kaki dari bumi hingga ke langit pertama, kemudian dilanjutkan hingga ke langit ketujuh mungkin perhitungannya seperti dibawah ini

Bumi - Langit pertama 

500 Tahun

69.120 Km

               34.560.000

Langit pertama

1000 Tahun

69.120 Km

               69.120.000

Antara langit pertama dan kedua

1500 Tahun

69.120 Km

             103.680.000

Langit ke 2

2000 Tahun

69.120 Km

             138.240.000

Antara langit Kedua dan ketiga

2500 Tahun

69.120 Km

             172.800.000

Langit ke 3

3000 Tahun

69.120 Km

             207.360.000

Antara langit Ketiga dan keempat

3500 Tahun

69.120 Km

             241.920.000

Langit ke 4

4000 Tahun

69.120 Km

             276.480.000

Antara langit Keempat dan kelima

4500 Tahun

69.120 Km

             311.040.000

Langit ke 5

5000 Tahun

69.120 Km

             345.600.000

Antara langit Kelima dan keenam

5500 Tahun

69.120 Km

             380.160.000

Langit ke 6

6000 Tahun

69.120 Km

             414.720.000

Antara langit Keenam dan ketujuh

6500 Tahun

69.120 Km

             449.280.000

Langit ke 7

7000 Tahun

69.120 Km

             483.840.000


Hitungan jumlah ini, bukanlah jumlah mutlak berdasar hadits, melainkan hanya sebuah hitungan matematik, yang didasarkan atas keterangan tafsir ibnu katsir, tentang jarak antara bumi dan langit, mulai dari langit pertama hingga langit ke tujuh, seandainya perjalanan tersebut diasumsikan dengan berjalan kaki.

Adapun bintang-bintang yang ditetapkan di ke tujuh langit, sebagaimana diterangkan dalam kitab tafsir antara lain. Bintang Zukhal berada di langit ke tujuh, yaitu untuk hari Sabtu. Bintang Masytariy di langit ke enam untuk hari Kamis. Bintang Marikh di langit ke lima untuk hari Selasa. Bintang Syams di langit keempat untuk hari Ahad. Bintang Zuhrah di langit ketiga untuk hari Jum'at. Bintang Atharid di langit kedua untuk hari Rabu dan bintang Qamar di langit pertama untuk hari Senin

Mari kita kenali, apakah nama lain dari bintang-bintang yang disebutkan diatas.

  1. Bintang Qamar. (Bintang Qamar adalah Bulan) dia berada di langit pertama untuk hari Senin
  2. Bintang Atharid (Bintang Atharid adalah Planet Merkurius) dia berada di langit ke dua untuk hari Rabu
  3. Bintang Zuhrah (Bintang Zuhrah adalah Planet Venus atau Bintang Kejora) dia berada di langit ketiga untuk hari Jum'at
  4. Bintang Syams (Bintang Syams adalah Matahari) dia berada dilangit ke empat untuk hari ahad
  5. Bintang Marikh (Bintang Marikh adalah Planet Mars atau Bahrom) dia berada dilangit ke lima untuk hari Selasa
  6. Bintang Masytariy (Bintang Masytariy adalah Planet Jupiter atau Narjas) dia berada dilangit ke enam untuk hari Kamis
  7. Bintang Zukhal (Bintang Zukhal adalah Planet Saturnus) dia berada dilangit ke tujuh untuk hari Sabtu 

Teman-teman sekalian, Mari kita telusuri, berapakah jarak dari bumi hingga ke planet-planet yang disebutkan. menurut penelitian para pakar astronom diterangkan bahwa;

  1. Jarak dari bumi ke bulan adalah 384,400km 
  2. Jarak bumi ke Merkurius adalah 77-92juta km
  3. Jarak dari bumi ke Venus adalah 61 juta km
  4. Jarak dari bumi ke Matahari adalah 147-150 juta km
  5. Jarak dari bumi ke Mars adalah 225jt km
  6. Jarak dari bumi ke Jupiter adalah 590jt km
  7. Jarak dari bumi ke Saturnus adalah 1,2 miliar km
Itulah daftar jarak dari bumi ke planet-planet di Tata Surya, yang dikutip dari berbagai sumber.

Teman-teman sekalian.
Dengan mengkaji alam semesta berdasarkan keterangan yang bersumber dari Al-Qur'an, Tafsir, dan juga Hadits, serta membandingkannya dengan penelitian astronomi, maka kita bisa menyimpulkan bahwa keduanya hampir memiliki banyak kesamaan.

Dalam sebuah pendapat dikatakan, sesungguhnya bumi lebih utama ketimbang langit, karena sesungguhnya para nabi diciptakan darinya dan dikebumikan di dalamnya, sementara lapisan yang paling utama dari bumi adalah lapisan yang paling atas karena apa yang telah kami sebutkan dan karena dia merupakan tempat yang bermanfaat dari alam semesta.

Diriwayatkan dari ibnu Abbas ra bahwa langit yang paling utama adalah yang atapnya mendekati Arasy. yaitu Kursi, karena dekatnya kepada arasy dan karena semua bintang yang bermanfaat ditetapkan di sana selain tujuh bintang yang berjalan. 

Allah subhanahu wata'ala berfirman di dalam surat AL-Baqarah ayat 255

{وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ}
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. (Al-Baqarah: 255) Itulah ayat yang agung 

Itulah ayat yang agung yang dikenal dengan sebutan ayat kursiy

Dikatakan bahwa Kursi merupakan kiasan dari ilmu-Nya, dikatakan pula dari kerajaan-Nya, atau kiasan dari cakrawala yang sudah anda kenal.

Diriwayatkan dari Ali ra bahwa sesungguhnya Kursi itu merupakan mutiara yang panjangnya tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah swt. Dalam sebuah hadits dikatakan, bahwa tidak adalah langit dan bumi tujuh bersama Kursi kecuali sebuah lingkaran dalam sebuah lapangan. 

Diriwayatkan oleh ibnu Majah bahwa sesungguhnya langit-langit berada dalam rongga Kursi, dan Kursi berada di hadapan Arasy.

Diriwayatkan dari 'lkrimah, berkata bahwa matahari merupakan satu dari tujuh puluh bagian dari cahaya Kursi, sementara Arasy merupakan satu dari tujuh puluh bagian dari cahaya tabir Allah swt.

Disebutkan bahwa cahaya setiap tabir adalah lima ratus tahun perjalanan. Andaikan tidak seperti itu, pastilah para pemikul Arasy akan terbakar. Arasy merupakan anasir cahaya yang tinggi di atas Kursi jadi dia bukanlah Kursi. 

Teman-teman sekalian, 
Dengan kemajuan teknologi, sekarang ini manusia bisa melihat dan menyusuri bagaimana luasnya alam semesata yang begitu megah, dan bisa melihat betapa banyaknya benda-benda di alam semesta yang yang tidak kita ketahui, yang ternyata jumlahnya bagaikan lautan pasir di bumi.

Semakin kita menelusuri luasnya alam semesta, semakin banyak hal menakjubkan yang kita temukan, semakin menyadari kalau di alam ini masih banyak rahasia yang belum kita ketahui, semakin manusia menyadari betapa kecilnya bumi yang kita tinggali ini, jika di lihat dari luar angkasa sana, ibarat sebutir debu di tengah lautan.

Dengan mengkaji alam semesta berdasarkan keterangan yang bersumber dari Al-Qur'an, Tafsir, dan juga Hadits, serta membandingkannya dengan penelitian astronomi, maka kita bisa menilai bahwa keduanya hampir memiliki banyak kesamaan. dan hal ini menjadikan kita semakin yakin, bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi kita Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu, itu adalah kebenaran wahyu dari Allah yang Maha Menciptakan. Hal ini mendorong kita untuk semakin mempelajari Al-Qur'an dan Hadits, agar pengetahuan kita semakin luas dan semakin bertambah keimanan akan kekuasaan dan kebesaran Allah, dengan memikirkan penciptaan langit, sebagaimana Allah SWT menggambarkan dalam banyak ayat, yang salah satunya bisa kita baca dalam surat Ali Imran ayat: Allah SWT berfirman;
 الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِياماً وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (191)
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. 
(Qur'an Surat Ali Imran ayat 191)

========================================================
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Abdullah ibnu Amr ibnul As yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
"إِنَّ اللَّهَ قَدَّرَ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ"
Sesungguhnya Allah telah menetapkan takdir-takdir semua makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak masa lima puluh ribu tahun, dan saat itu 'Arasy-Nya berada di atas air.

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Imam Bukhari mengatakan bahwa:

Imam Ahmad mengatakan,
عَنْ أَبِي رَزِين قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ؟ قَالَ: "كَانَ فِي عَمَاء، مَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ وَمَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ، ثُمَّ خَلَقَ الْعَرْشَ بَعْدَ ذَلِكَ"
dari Abu Razin bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., "Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita sebelum Dia menciptakan makhluk-Nya?" Rasulullah Saw. bersabda: Dia berada di awan yang di bawahnya tidak ada udara dan di atasnya tidak ada udara (pula), kemudian sesudah itu Dia menciptakan 'Arasy.


Allah Swt. telah berfirman:
{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ}
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. (Ath-Thalaq: 12), hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadis disebutkan:
"مَا السماواتُ السَّبْعُ وَمَا فِيهِنَّ وَمَا بَيْنَهُنَّ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلاة، وَالْكُرْسِيِّ فِي الْعَرْشِ كَتِلْكَ الْحَلْقَةِ فِي تِلْكَ الْفَلَاةِ
Tiadalah ketujuh langit beserta apa yang ada di dalamnya dan semua yang ada di antaranya bila dibandingkan dengan Al-Kursi kecuali seperti sebuah gelang yang dilemparkan di sebuah padang pasir. Dan (tiadalah) Al-Kursi bila dibandingkan dengan 'Arasy yang agung, melainkan seperti gelang itu yang berada di padang pasir.

Di dalam riwayat yang lain disebutkan:
"وَالْعَرْشُ لَا يُقَدِّرُ قَدْرَهُ إِلَّا اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ
'Arasy tidak dapat diperkirakan luasnya kecuali hanya oleh Allah Swt.

Disebutkan dari sebagian ulama Salaf bahwa jarak antara 'Arasy sampai ke bumi memakan waktu lima puluh ribu tahun, dan jarak di antara kedua sisinya adalah perjalanan lima puluh ribu tahun. 'Arasy berupa yaqut merah.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa langit itu mempunyai pilar penyangga, tetapi kalian tidak dapat melihatnya.
Lain pula halnya dengan Iyas ibnu Mu'awiyah, ia mengatakan bahwa langit di atas bumi seperti kubah, yakni tanpa tiang penyangga.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah melalui riwayat yang bersumber darinya; pendapat inilah yang lebih sesuai dengan konteks ayat dan makna lahiriah dari firman Allah Swt. yang mengatakan:
{وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الأرْضِ إِلا بِإِذْنِهِ}
Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya (QS Al-Hajj ayat 65)
Dengan demikian, berarti firman Allah Swt. yang menyebutkan: (sebagaimana) yang kalian lihat. (Ar-Ra'd: 2)

Firman Allah Swt.:
{ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ}
kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy. (Ar-Ra'd: 2)

Tafsir ayat ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-A'raf, bahwa penyebutan sifat ini bagi Allah disertai dengan pengertian tanpa menggambarkan dan tanpa menyerupakan-Nya dengan sesuatu pun, Mahasuci Allah dari segala misal dan perumpamaan, lagi Mahatinggi dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Berbeda halnya dengan al Hasan al Bashry.
Dikatakan dia berasal dari batu yaqut merah. Atau berasal dari permata hijau, atau mutiara putih atau dari cahaya. Dan yang paling utama hendaknya kita menghentikan pembicaraan untuk memastikan tentang hakekatnya. Sementara para astronom menamakannya sebagai cakrawala kesembilan, cakrawala tertinggi, cakrawalanya cakrawala atau cakrawala Athlas, yakni cakrawala yang sudah tidak ada bintang lagi di sana. Semua itu tercakup dalam apa yang telah dikatakan oleh astronom masa lalu yang mengatakan bahwa semua itu berada dalam cakrawala ke delapan, yang menurut mereka disebut cakrawala al Buruj. Dan menurut pakar syariat disebut Krudi

Arsy merupakan atap dari semua makhluk, maka tidak ada sesuatupun yang keluar dari garis edarnya. Dia merupakan titik puncak ilmu para hamba, dimana tidak ada tempat lagi untuk mengetahui yang berada di baliknya dan tidak ada tuntutan untuk mengetahui yang berada di atasnya. Allah swt berfirman

فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ‎﴿١٢٩﴾‏

"Jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung." (QS. 09/129)

Allah swt menyifatinya dengan keagungan, karena dia adalah makhluk yang paling agung. Dan Rasulullah saw benar-benar telah menyatakannya dengan tawakkal, sebagaimana yang diperintahkan dan karena itulah, beliau di dalam Taurat atau kitab yang lain disebut sebagai al Mutawakkil. Bagaimana mungkin, sementara tawakkal merupakan cabang dari tauhid dan makrifat, sedang Rasulullah saw adalah pimpinan mereka yang mentauhidkan Allah swt dan kepala para arifin. Tawakkal tidak berarti menafikan adanya berbagai sebab sebagaimana yang diduga oleh banyak orang - bahkan dia juga merupakan apa yang diperintahkan. 

Rasulullah Saw. telah bersabda:
«ما السموات السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَدَرَاهِمَ سَبْعَةٍ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ»
Tiadalah langit yang tujuh (bila) diletakkan di dalam Kursi, melainkan seperti tujuh keping uang dirham yang dilemparkan di atas sebuah tameng.

Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ، أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكُرْسِيِّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "والذي نفسي بيده ما السموات السَّبْعُ وَالْأَرْضُونَ السَّبْعُ عِنْدَ الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلَاةٍ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ الْفَلَاةِ عَلَى تِلْكَ الْحَلْقَةِ"
Abu Zar Al-Gifari, pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Kursi. Maka beliau Saw. bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, tiadalah langit yang tujuh dan bumi yang tujuh lapis bila diletakkan pada Kursi melainkan seperti sebuah lingkaran (besi) yang dilemparkan di tengah-tengah padang pasir. Dan sesungguhnya keutamaan Arasy atas Kursi sama dengan keutamaan padang pasir atas lingkaran itu.


KURSI, ARSY, MALAIKAT MUQARRABIN, REZEKI DAN TAWAKKAL

Allah swt berfirman

{وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ}

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. (Al-Baqarah: 255)

Dikatakan bahwa Kursi merupakan kiasan dari ilmu-Nya, dikatakan pula dari kerajaan-Nya, atau kiasan dari cakrawala yang sudah anda kenal.

Diriwayatkan dari Ali ra bahwa sesungguhnya Kursi itu merupakan mutiara dan panjangnya tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah swt. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa tidak adalah langit dan bumi tujuh bersama Kursi kecuali sebuah lingkaran dalam sebuah lapangan. 

Diriwayatkan oleh ibnu Majiah bahwa sesungguhnya langit-angit berada dalam rongga Kursi dan Kursi berada di hadapan Arsy.

Diriwayatkan dari 'lkrimah, berkata bahwa matahari merupakan satu dari tujuh puluh bagian dari cahaya Kursi, sementara Arsy merupakan satu dari tujuh puluh bagian dari cahaya tabir Allah swt.

Disebutkan bahwa cahaya setiap tabir adalah lima ratus tahun per jalanan. Andaikan tidak seperti itu, pastilah para pemikul Arsy akan terbakar. Arsy merupakan anasir cahaya yang tinggi di atas Kursi jadi dia bukanlah Kursi. Berbeda halnya dengan al Hasan al Bashry.

Dikatakan dia berasal dari batu yaqut merah. Atau berasal dari permata hijau, atau mutiara putih atau dari cahaya. Dan yang paling utama hendaknya kita menghentikan pembicaraan untuk memastikan tentang hakekatnya. Sementara para astronom menamakannya sebagai cakrawala kesembilan, cakrawala tertinggi, cakrawalanya cakrawala atau cakrawala Athlas, yakni cakrawala yang sudah tidak ada bintang lagi di sana. Semua itu tercakup dalam apa yang telah dikatakan oleh astronom masa lalu yang mengatakan bahwa semua itu berada dalam cakrawala ke delapan, yang menurut mereka disebut cakrawala al Buruj. Dan menurut pakar syariat disebut Krudi

Arsy merupakan atap dari semua makhluk, maka tidak ada sesuatupun yang keluar dari garis edarnya. Dia merupakan titik puncak ilmu para hamba, dimana tidak ada tempat lagi untuk mengetahui yang berada di baliknya dan tidak ada tuntutan untuk mengetahui yang berada di atasnya. Allah swt berfirman

فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ‎﴿١٢٩﴾‏

"Jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung." (QS. 09/129)

Allah swt menyifatinya dengan keagungan, karena dia adalah makhluk yang paling agung. Dan Rasulullah saw benar-benar telah menyatakannya dengan tawakkal, sebagaimana yang diperintahkan dan karena itulah, beliau di dalam Taurat atau kitab yang lain disebut sebagai al Mutawakkil. Bagaimana mungkin, sementara tawakkal merupakan cabang dari tauhid dan makrifat, sedang Rasulullah saw adalah pimpinan mereka yang mentauhidkan Allah swt dan kepala para arifin. Tawakkal tidak berarti menafikan adanya berbagai sebab sebagaimana yang diduga oleh banyak orang - bahkan dia juga merupakan apa yang diperintahkan. 

Seorang Badui berkata kepada Rasulullah : "Apakah aku mesti mengikat untaku atau aku membiarkannya dan bertawakkal ?" Beliau bersabda : "Ikatlah dan bertawakkallah !" Rasulullah saw bersabda : "Andaikan kalian bertawakkal kepada Allah swt dengan tawakkal yang sebenarnya, pastilah Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana memberi rezeki seekor burung yang kelaparan di pagi hari dan kenyang di sore hari. Dengan menunjuk waktu pagi, beliau mengisyaratkan adanya suatu sebab

Ibrahim bin Adam bertemu dengan Syaqiq Al Balkhiy. lbrahim berkata : "Apa yang pertama kali engkau temui semenjak engkau sampai di sini ?" Syaqiq berkata : "Aku melewati sebuah tanah lapang, lalu aku melihat seekor burung yang patah sayapnya tergeletak di sebuah tanah lapang. Aku berkata pada diriku sendiri, aku akan menunggu dari mana burung itu akan mendapat rezeki. Aku duduk di tempat yang sejajar dengannya. Saat itulah aku melihat seekor burung mendekatinya dengan membawa seekor belalang di paruhnya lalu diletakkan di paruh burungitu. Lantas aku berpikir, sesungguhnya Dzat yang mampu mentaqdirkan burung ini pasti mampu memberikan rezeki kepadaku dimanapun aku berada. Maka akupun meninggalkan usaha dan menenggelamkan diri dalam ibadah. " Ibrahim bertanya

"Kenapa engkau tidak menjadi saja seperti burung yang memberi makan burung yang sakit itu ? Sehingga engkau menjadi lebih utama darinya." Apakah kamu tidak mendengar Rasulullah saw bersabda "Tangan yang di atas lebih baik ketimbang tangan yang di bawah. Dan merupakan sebagian dari tanda orang yang beriman adalah ketika dia mencari tingkatan yang paling tinggi dari dua tingkatan yang ada dalam semua hal sehingga dia dapat mencapai tingkatan orang-orang saleh." Maka Syaqiq memegang tangan lbrahim dan menciumnya sembari berkata : "Engkau guru kami, wahai Abi lshaq.

Kemudian ketika manusia telah membuat sebab, hendaklah dia berusaha agar dia tidak melihat kepada berbagai sebabnya, tidak berkonsentrasi di dekatnya, akan tetapi dia justru menjadikan Yang maha kuasa sebagai fokus pandangannya dan sasaran dari tujuannya seperti halnya seorang pengemis yang datang kepada seorang manusia dengan wadah di tangannya, sementara dia tidak melihat kepada wadah itu akan tetapi dia melihat kepada orang-orang yang telah memberinya. Dalam sebuah hadits disebutkan : "Barangsiapa merasa bahagia jika dia menjadi manusia yang paling kaya, maka hendaklah apa yang ada disisi Allah swt lebih dia percayai ketimbang apa yang ada ditangannya."

Ditanyakan kepada Hudzaifah Al Mar'asyi - di mana dia telah melayani Ibrahim bin Adam selama beberapa waktu -. "Keajaiban apakah yang telah kamu lihat darinya ?" Dia berkata : "Kami berada dalam perjalanan menuju Makkah yang mana dalam beberapa hari kami tidak menemukan makanan. Kemudian kami memasuki kota Kufah. Maka beliau memberi isyarah kepada kami untuk menuju sebuah masjid yang sudah roboh. Ibrahim melihat kepadaku sembari berkata : "Wahai Hudzaifah, aku melihatmu kelaparan !" Aku berkata : "Itulah yang terlihat, wahai syaikh !" Beliau berkata : "Berikan padaku tinta dan kertas". Maka akupun memberikannya, lalu beliau menulis Basmalah : "Engkaulah yang dituju dalam segala keadaan dan itu telah ditunjukkan dengan berbagai arti dan tulisan ; "Aku yang terpuji, Aku yang disyukuri Aku yang diingat. Aku yang mengumpulkan, Aku yang tersia dan Aku yang telanjang. Itu enam, dan dan aku menanggung yang setengah, maka adalah Engkau menanggung yang setengahnya, wahai Yang maha baik. Sanjunganku terhadap selain diri-Mu merupakan kobaran api yang Engkau nyalakan, maka selamatkanlah hamba-Mu dari masuk neraka.

Kemudian beliau menyerahkan kertas itu kepadaku sembari berkata : "Pergi dan janganlah kamu gantungkan hatimu kepada selain Allah swt. Berikan kertas ini kepada orang yang pertama kali kamu jumpai. " Maka akupun keluar dan orang yang pertama kali aku umpai adalah seorang lelaki yang berada di atas bagal, lalu aku menyerahkan kertas itu dan dia pun mengambilnya. Ketika dia selesai membaca kertas itu, dia menangis. Dia berkata : "Apa yang dilakukan oleh pemilik kertas ini ?" Aku berkata : "Dia berada di masjid anu." Lalu dia menyerahkan sebuah kantong kepadaku yang berisi enam ratus dinar. Kemudian aku berjumpa dengan seorang lelaki menanyakan tentang si penunggang bagal itu. Lelaki itu berkata "Dia seorang nashrani. " Lalu aku kembali kepada Ibrahim dan menceritakan kejadian yang ada." Beliau berkata : "Janganlah kamu menyentuhnya, karena sesaat lagi dia akan datang." Maka setelah beberapa saat orang nashrani itu datang, mengelus kepala lbrahim dan menciumnya serta masuk agama lslam."

Ibnu Abbas ra berkata : "Ketika Allah swt menciptakan para pemikul Arsy." Dia berfirman kepada mereka : "Pikullah Arsy-Ku"

Namun mereka tidak mampu memikulnya. Lalu Allah swt menciptakan beserta setiap malaikat dari pemikul Arsy itu seperti malaikat yang berada di ke tujuh langit. Lalu Dia swt berfirman : "Pikullah Arsy-Ku !" Namun mereka belum mampu juga. Lalu Allah swt menciptakan lagi sejumlah malaikat di ke tujuh langit dan makhluk yang berada di bumi beserta mereka dan berfirman : "Pikullah Arsy-Ku !" Namun mereka tetap tidak mampu memikulnya. Maka Allah swt berfirman:

"Ucapkanlah Laa haula walaa quwwata illa billah." Maka ketika mereka mengucapkannya, mereka dapat merikulnya, hingga kaki mereka melesak ke dalam tujuh bumi di atas punggung angin. Ketika kaki mereka tidak dapat berpijak secara kokoh di atas sesuatu, mereka bertopang dengan Arsy, sementara mereka tidak pernah berhenti mengucapkan Laa haula walaa quwwata ila billah, karena mereka merasa takut bahwa salah seorang dari mereka akan terbalik karena mereka tidak tahu kemana mereka akan tergelincir. Maka mereka memikul Arsy dan Dia swt memikul mereka dan sernua itu terpikul dengan qadrat.

Dirwayatkan bahwa barangsiapa di pagi dan sore hari membaca Hasbiallah laa ilaha illa Huwa alaihi tawakkaltu wahuwa rabbu al Arsyil adhiim, sebanyak tujuh kali, maka Allah swt akan mencukupinya atas apa yang penting baginya, baik dia jujur dalam ucapan itu atau dusta." Dalam riwayat lain disebutkan : "Maka Alah swt mencukupinya atas apa yang penting bagi dirinya, dalam urusan akhirat atau dunianya.

Di kutip dari Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al-Ghazali

LANGIT DAN BERBAGAI JENIS

Diceritakan bahwa yang pertama diciptakan oleh Allah swt adalah substansi murni. Lalu Allah swt memandang kepadanya dengan pandangan menakutkan sehingga substansi itu mencair dan bergelombang, karena saking takutnya kepada Tuhannya, dan jadilah dia sebagai air. 

Kemudian Allah swt memandang kepadanya dalam pandangan rahmah, maka membekulah sebagiannya. Maka darinyalah Allah swt menciptakan Arsy yang terus bergoyang-goyang. Maka Allah swt menuliskan padanya : Laa ilaha illa Allah Muhammad ar Rasulullah. Tenanglah Arsy, sementara air masih tetap bergelombang, dan akan tetap seperti itu sampai hari kiamat. 

Itulah arti firman

{وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ (7) }

"Dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air,'

(QS. Hud/07)

Kemudian mereka saling berbenturan, bergelombang dan naiklah darinya dalam bentuk asap di mana antara yang satu dengan bagian yang lain lebih tinggi secara bertumpuk-tumpuk. 

Sementara air itu berbuih, lalu darinya Allah swt menciptakan langit dan bumi dalam beberapa lapis, di mana keduanya saling menempel, lalu di dalamnya Allah swt menciptakan angin sehingga antara lapisan-lapisan langit dan bumi menjadi terbelah-belah, sebagaimana diberitakan oleh Allah swt dengan firman-Nya;

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ ‎﴿١١﴾‏
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". (QS. 41/11)

Para bijak berkata bahwa semestinyalah Allah swt menciptakan langit dari asap, bukan dari uap, karena sesungguhnya asap mempunyai bagian yang saling terikat sementara uap air mempunyai sifat saling kembali ke asalnya. itu merupakan kesempumaan ilmu Allah swt. 

Kemudian Allah swt.memandang air dengan pandangan rahmat sehingga mengeras, sebagaimana diceritakan dalam hadits Dikatakan bahwa antara langit dunia dan bumi, antara satu langit dengan langit yang lain adalah lima ratus tahun sementara tebal langit pun begitu juga. 

Dikatakan bahwa langit itu lebih putih ketimbang air susu dan dia nampak hijau karena gunung Qaf. 

Nama langit itu adalah Raqiah. Langit kedua berasal dari besi yang bersinar laksana mutiara, namanya Faidum atau Ma`un. Langit ketiga berasal dari tembaga yang disebut Malakut atau Hariyun. Langit keempat berasal dari perak putih yang cahayanya hampir-hampir menyilaukan mata, yang bernama az-Zahirah. Langit kelima berasal dari emas merah yang disebut al Mazinah atau Musahharah. Langit keenam berasal dari permata yang bersinar laksana mutiara yang bernama al Khalishah. Dan langit ketujuh terbuat dari batu yaqut merah dan bernama al Labiah atau ad Dami'ah dan disinilah terdapat Bait al Ma'mur yang memiliki empat tiang. yaitu satu tiang berasal dari batu yaqut merah, satu tiang dari batu zabarjud hijau, satu tiang berasal dari perak putih dan satu tiang berasal dari emas merah

Dikatakan bahwa Bait al Ma'mur merupakan sebuah lembah yang dalam yang setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat yang tidak pernah kembali lagi ke sana sampai hari kiamat. 

Dalam sebuah pendapat yang dapat diandalkan, sesungguhnya bumi lebih utama ketimbang langit, karena sesungguhnya para nabi diciptakan darinya dan dikebumikan di dalamnya, sementara lapisan yang paling utama dari bumi adalah lapisan yang paling atas karena apa yang telah kami sebutkan dan karena dia merupakan tempat yang bermanfaat dari alam semesta.

Diriwayatkan dari ibnu Abbas ra bahwa langit yang paling utama adalah yang atapnya mendekati Arsy. yaitu Kursi, karena dekatnya kepada arsy dan karena semua bintang yang bermanfaat ditetapkan di sana selain tujuh bintang yang berjalan. 

Adapun bintang-bintang itu ditetapkan di ke tujuh langit. Bintang Zukhal berada di langit ke tujuh, yaitu untuk hari Sabtu. Bintang Masytariy di langit ke enam untuk hari Kamis. Bintang Marikh di langit ke lima untuk hari Selasa. Bintang Syams di langit keempat untuk hari Ahad. Bintang Zuhrah di langit ketiga untuk hari Jumuat. Bintang Atharid di langit kedua untuk hari Rabu dan bintang Qamar di langit pertama untuk hari Senin

Merupakan sebagian dari keajaiban ciptaan Allah swt adalah bahwa terciptanya ketujuh langit dari asap, meski begitu antara satu dan lain langit tidak serupa dan dari langit itu turunlah air, yang dengannya dapat menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan yang berbeda-beda warna dan rasanya. Sebagaimana firman Allah swt

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ‎﴿٤﴾‏

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS. 13/04) 

Sementara anak cucu Adam as tercipta dalam berbagai tingkatan, ada yang putih, hitam, mudah, susah, mukmin, kafiir, alim, bodoh, sementara asal-usul mereka semua adalah Nabi Adam as.

Maha suci Dzat yang telah menetapkan secara yakin setiap apa yang telah diciptakan-Nya.

Di kutip dari Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al-Ghazali

Allah menciptakan makhluk agar mereka berbuat dosa

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ حَمْزَةَ الزَّيَّاتِ عَنْ زِيَادٍ الطَّائِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا إِذَا كُنَّا عِنْدَكَ رَقَّتْ قُلُوبُنَا وَزَهِدْنَا فِي الدُّنْيَا وَكُنَّا مِنْ أَهْلِ الْآخِرَةِ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ فَآنَسْنَا أَهَالِينَا وَشَمَمْنَا أَوْلَادَنَا أَنْكَرْنَا أَنْفُسَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّكُمْ تَكُونُونَ إِذَا خَرَجْتُمْ مِنْ عِنْدِي كُنْتُمْ عَلَى حَالِكُمْ ذَلِكَ لَزَارَتْكُمْ الْمَلَائِكَةُ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَجَاءَ اللَّهُ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ كَيْ يُذْنِبُوا فَيَغْفِرَ لَهُمْ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِمَّ خُلِقَ الْخَلْقُ قَالَ مِنْ الْمَاءِ قُلْنَا الْجَنَّةُ مَا بِنَاؤُهَا قَالَ لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ ثُمَّ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَاكَ الْقَوِيِّ وَلَيْسَ هُوَ عِنْدِي بِمُتَّصِلٍ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ بِإِسْنَادٍ آخَرَ عَنْ أَبِي مُدِلَّةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari Hamzah Az Zayyat dari Ziyad Ath Tho`i dari Abu Hurairah berkata: Kami berkata: Wahai Rasulullah, kenapa kami bila berada di dekat baginda, hati kami melunak, kami zuhud di dunia dan kami termasuk ahli akhirat, tapi bila kami bergegas meninggalkan baginda lalu kami bergaul dengan keluargaku, mencium anak-anak kami, kami mengingkari diri kami sendiri (maksudnya agamis seperti semula). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Andai kalian bila pergi meninggalkanku berada dalam kondisi kalian seperti itu, niscaya para malaikat mengunjungi kalian di rumah-rumah kalian dan seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah menciptakan makhluk baru agar mereka berbuat dosa lalu Allah akan mengampuni mereka." Berkata Abu Hurairah: Aku berkata: Wahai Rasulullah, dari apa makhluk diciptakan? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menjawab: "Dari air." Kami bertanya: Surga, apa bangunanya? Beliau menjawab: Bata dari perak dan bata dari emas, semennya minyak kesturi yang harum, tanahnya mutiara dan permata, debunya za'faran, barangsiapa memasukinya, ia bersenang-senang dengan tidak jemu, kekal, tidak mati, baju mereka tidak usang, kemudaan mereka tidak lenyap." Setelah itu beliau bersabda: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak; imam adil, orang puasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat diatas awan dan pintu-pintu langit dibukakan, Rabb 'azza wajalla berfirman: Demi keperkasaanKu, aku akan menolongmu meski setelah selang berapa lama." Berkata Abu Isa: Hadits ini sanadnya tidak kuat dan menurutku tidak tersambung. Hadits ini diriwayatkan dengan sanad lain dari Abu Mudillah dari Abu Hurairah dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
(HR. Tirmidzi: 2449)
© all rights reserved
made with by templateszoo