Shafwan Bin Umayyah

0
Kekalahan kaum kafir Quraisy di Perang Badr, telah menewaskan Umayyah bin Khalaf, salah satu Bilal bin Rabah
Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah yang masuk Islam ketika masih diperbudak.
Lahir: 580 M, Mekkah, Arab Saudi
Meninggal: 2 Maret 640 M, Damaskus, Suriah
Kebangsaan: Etiopia
Dimakamkan: Bab ash-Shaghir, Damaskus, Suriah
Bilal bin Rabah al Habsyi hanyalah seorang budak biasa sebagaimana budak-budak lainnya, nasibnya sebagai putra seorang budak yang secara otomatis menjadikannya sebagai budak pula. Ia dimiliki oleh seorang tokoh Quraisy dari bani Jumah, Umayyah bin Khalaf, yang sangat membenci Nabi SAW dan kehadiran agama baru di lingkungan mereka.

Read More...


tokoh yang pernah melakukan penyiksaan dengan semena-mena terhadap
Hal ini membuat anaknya, Shafwan bin Umayyah begitu dendam terhadap Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW
Tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Nama terpopuler di dunia.
Gelar : Khatamul Anbiya, Rasul (utusan), An-Nabi, Syahidan (Saksi), Mubasysyiran (Pemberi kabar gembira), Nadzir (Pemberi peringatan), Da'i (Penyeru kepada Allah), Shalallahu alaihi wa Salam
Kun-yah : Abul Qasim
Nama : Muhammad SAW
Nasab
Jalur ayah : Abdullah bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf, bin Qushay, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka'ab, bin Lu'ay, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin An-Nadhr, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma'ad, bin Adnan, bin Ismail, bin Ibrahim.

Read More...

yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian bapaknya tersebut. 
Shafwan menghasud Umair bin Wahab

Umair bin Wahab

Umair bin Wahab al-Jumahi adalah pemuka Qurais yang banyak menentang nabi dan sahabatnya. Dia terkenal kasar dan kejam terhadap umat Islam, hingga dia mengatakan “Saya tidak takut kepada manusia dan jin”. Dari watak-nya yang pemberani tersebut ia disebut sebagai “setan qurais” sebelum ia memeluk Islam.
Kesedihan dan kemarahan Umair bin Wahab mulai bertambah setelah anak-nya ditawan pada perang Badar, perang pertama kali antara Umat Islam dengan kaum musyrikin Qurais, saat itu jumlah tentara Islam 3.000 namun atas pertolongan Allah bisa mengalahkan kekuatan musuh yang berjumlah 10.000

Read More...

untuk membunuh Nabi SAW dengan menjanjikan akan menolong untuk membantu Kesulitan ekonomi yang menimpa Umair bin Wahb dan keluarganya ditanggungnya, juga hutang-hutangnya akan di lunasi jika ia mau membalaskan dendamnya, dan Umair bersedia. 
Dibuatlah kesepakatan untuk melakukan penganiayaan terhadap Nabi SAW di tempat tersembunyi di dekat batu besar. 
Tetapi Allah SWT mengabarkan niat buruk mereka kepada Nabi SAW melalui malaikat Jibril, sehingga Nabi SAW selamat dari niat jahat tersebut. 
Hal ini menjadikan Umair bin Wahb mendapat hidayah dan masuk Islam. Keadaan tersebut makin membuat Shafwan Bin Umayyah membenci Nabi SAW.

Setelah perjanjian Hudaibiyah berlangsung, Khalid bin Walid pernah mengajaknya ke Madinah menghadap Nabi SAW untuk memeluk Islam, Khalid memang salah seorang sahabatnya. 
Tetapi Shafwan menolak dengan keras ajakan Khalid ini, bahkan ia berkata, 
"Jika tiada siapapun lagi yang tersisa kecuali aku, pasti aku tidak akan mengikutinya selama-lamanya."

Saat Penaklukan (Fathul) Mekkah, Shafwan melarikan diri dari Mekkah karena takut akan pembalasan kaum muslimin akibat perlawanan kerasnya selama ini kepada Nabi SAW

Umair bin Wahb yang merasa bahwa keislamannya tak lepas dari peran Shafwan ketika menyuruhnya untuk membunuh Nabi SAW, berinisiatif meminta jaminan perlindungan keamanan Rasulullah SAW bagi Shafwan dan beliau menyetujuinya, bahkan Rasulullah SAW memberikan surban beliau sebagai tanda jaminan.

Shafwan yang saat itu bersiap-siap naik kapal di Jeddah untuk lari ke Yaman, berhasil disusul Umair yang kemudian membujuknya untuk kembali dengan jaminan Rasulullah SAW dan masuk Islam. Ia bersedia kembali bersama Umair menemui Rasulullah SAW

Di hadapan beliau Shafwan meminta tangguh dua bulan untuk berfikir, tapi Nabi SAW justru memberinya waktu empat bulan untuk menentukan sikapnya.

Dalam keadaan masih musyrik, Shafwan mengikuti Nabi SAW dalam Perang Hunain, beliau juga meminjam seratus baju besi dan perlengkapannya dari Shafwan. 

Setelah kemenangan di Perang Hunain, Nabi memberikan ratusan unta yang memenuhi bukit kepada Shafwan, sebagai ghanimah sekaligus pengganti sebagian baju besi dan perlengkapan yang rusak dalam peperangan tersebut. 

Shafwan berlama-lama memandangi unta-unta yang begitu banyaknya, yang diberikan kepadanya, seakan tak percaya kalau semua itu miliknya. Ia berkata, 
"Tidak ada kepribadian yang sebaik ini kecuali seorang nabi, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

Keislaman Shafwan ini disambut gembira istrinya, Al Baghum binti Mua'ddal dari Bani Kinanah, yang telah memeluk Islam sejak sebelum penaklukan kota Makkah.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo